Tiada yang lebih indah dari hari ini... semua telah berubah.
Binar matanya, rona merahnya... oh indahnya.
Ku ucap rasa syukur... sujud aku di hadapNya.
Pagi ini. seperti pagi tiada henti... semua begitu sempurna.
Tanpa ada lagi harap dan tanya... semua penuh warna, pagi ini.
Semoga anda juga seperti itu...
Menyelami indahnya embun pagi......tanpa bising manusia!
Sabtu, 04 Juli 2009
Kekasih Hati...
Kutikam setiap masa. Berlalu tanpanya lagi. Setiap pagi adalah pagi. Malam hanya menjadi malam. Rutinitas adalah kepastian. Akifitas bagian dari kematian.
Pasukan bertopeng mulai bermunculan dimana-mana. Tersenyum, tertawa, terbahak-bahak setiap waktu.
Gerombolan pembohong bermunculan dimana-mana, Sembari menikam sahabat-sahabatnya.
"Memalsukan, dipalsukan adalah kebiasaan." Bangga lagi, ketika melakukannya.
Keadaan menjadi alasan!!! Musuhnya senantiasa menjadi sahabat dekat otak kanannya.
Kebenaran atas orang lain telah mendarah daging.
Begitulah alam semesta dalam mencintai kekasih hatinya...
Pasukan bertopeng mulai bermunculan dimana-mana. Tersenyum, tertawa, terbahak-bahak setiap waktu.
Gerombolan pembohong bermunculan dimana-mana, Sembari menikam sahabat-sahabatnya.
"Memalsukan, dipalsukan adalah kebiasaan." Bangga lagi, ketika melakukannya.
Keadaan menjadi alasan!!! Musuhnya senantiasa menjadi sahabat dekat otak kanannya.
Kebenaran atas orang lain telah mendarah daging.
Begitulah alam semesta dalam mencintai kekasih hatinya...
Labels:
Merah
Air Sunyi
Menghilang lebam jenaka
Menari di terik lentik tangan kirinya
menapak sang "sunyi"
Air?
Hanyut sudah
Gelombang melibas dengan cinta
Tali yang mengikatnya terlepas
"Bebas liar"
Tertera dalam selembar naskah jawab
Tersemai dalam kelam
Hilang dan terhilang, jauh menjauhi
Beranjak dengan kaki-kaki
Tak tentu yang berangan
Terasa letih lelah dalam angan
menaburkan kesunyian panjang
Saat tiba
Tanpa sadar
Langit sudah tak bertuan
Dan pergi dengan seutas senyum...
http://www.facebook.com/fauzing?ref=name#/fauzing?v=app_2347471856
Menari di terik lentik tangan kirinya
menapak sang "sunyi"
Air?
Hanyut sudah
Gelombang melibas dengan cinta
Tali yang mengikatnya terlepas
"Bebas liar"
Tertera dalam selembar naskah jawab
Tersemai dalam kelam
Hilang dan terhilang, jauh menjauhi
Beranjak dengan kaki-kaki
Tak tentu yang berangan
Terasa letih lelah dalam angan
menaburkan kesunyian panjang
Saat tiba
Tanpa sadar
Langit sudah tak bertuan
Dan pergi dengan seutas senyum...
http://www.facebook.com/fauzing?ref=name#/fauzing?v=app_2347471856
Labels:
Merah
Rabu, 10 Juni 2009
Wait Uncertainty
Menunggu ketidakpastian... Semua yang berujung pada haraapan selalu saja hilang. Keinginan untuk bersama pun sirnah sudah... Dia sayang, namun itu palsu.
Kenangan kedamaian ketika bersamanya seakan menjadi kisah saja, cerita saja. Tanpa di sadar aku akan menjauhinya, jika benar itu keinginannya. Namun sisa cinta ini tak bisa ku hapus, entah kenapa aku bisa seperti ini.
Yang ku anggap kekasihku telah pergi. Dia pun menjauh dan menjauh, aku tak bisa lagi menggapainya.
Kenangan kedamaian ketika bersamanya seakan menjadi kisah saja, cerita saja. Tanpa di sadar aku akan menjauhinya, jika benar itu keinginannya. Namun sisa cinta ini tak bisa ku hapus, entah kenapa aku bisa seperti ini.
Yang ku anggap kekasihku telah pergi. Dia pun menjauh dan menjauh, aku tak bisa lagi menggapainya.
Labels:
Merah
Langganan:
Postingan (Atom)
