Di pelukku ku rasakan damaiku
Di sampingku kau luluhkan kisahku
Senyum yang teringat dalam setiap manismu
Rasa yang terangkum dalam cinta kita
Berucap diam namun penuh makna
Paras yang tak ku lupa
Setiap waktu bisu tanpamu
Kau redakan ego petualanganku
Aku biarkan semua masa berlalu
Bersama tujuan kehidupan kita
Masa baru yang penuh rahasia
Meski waktu yang akan menuntun kita dalam jalan-Nya.
Sabtu, 12 September 2009
Senin, 31 Agustus 2009
Sebuah kisah klasik
Selalu saja datang dengan ancaman. Setiap kata harusnya sabda pandeta ratu. Setiap kalimat harusnya berujung kebijaksanaan.
Keras tanpa pernah berpikir sebuah rasa. Batu menghujam di terik matahari. Air tak sanggup membendung. Namun Air akan teriak dengan beriaknya.
Teringat arti penting sebuah kebebasan. Tanpa diganggu, tanpa dikejar paparazi. Dia sedang negatif thinking. Dan kusadar itu hanya alasan sebuah tanggungjawab. Tanggung jawab penghormatan tertinggi dalam keluarganya.
Namun, keluarga bagi air adalah setiap tetesan penyejuk rasa. Sebuah harapan yang ditunggu...Harapan yang dibangun dengan cinta kasih dan kejujuran.
Keras tanpa pernah berpikir sebuah rasa. Batu menghujam di terik matahari. Air tak sanggup membendung. Namun Air akan teriak dengan beriaknya.
Teringat arti penting sebuah kebebasan. Tanpa diganggu, tanpa dikejar paparazi. Dia sedang negatif thinking. Dan kusadar itu hanya alasan sebuah tanggungjawab. Tanggung jawab penghormatan tertinggi dalam keluarganya.
Namun, keluarga bagi air adalah setiap tetesan penyejuk rasa. Sebuah harapan yang ditunggu...Harapan yang dibangun dengan cinta kasih dan kejujuran.
Selasa, 25 Agustus 2009
Kamu Hidupku
Tidakkah kamu mengerti betapa sakitnya saat engkau jauh. Tapi aku gak bisa maksa dengan keadaan kita.
Ingin aku menata ruangku dengan dimensi cinta yang berbeda pada-Nya.
Ku sambut hari demi hari dengan keindahanmu. Merajut hari tanpa batas.
Saat bersamamu aku merasakan kebahagian. Betapa bahagia aku di dekatmu. Baru pertama kali aku merasakan cinta yang begitu dalam.
Sering aku keluar dari cinta itu. Menjauh dan pergi. Namun aku tak mampu.
Keadaan tanpa ada jawab. Keadaan dengan rasa takutmu. Hanya akan membuatku terus kesakitan.
Tapi aku tidak ingin mendapatkanmu. Aku sudah berjanji akan mengikhlaskanmu. Namun rasa ini kian menyiksaku.
Dahulu aku sangat membenci rasa cinta terhadap kaummu. Bagiku itu bukanlah hidup. Sampai tiba aku mengerti bahwa cinta tidak bisa dikendalikan.
Di dekatmu adalah kebahagiaan.
Di sampingmu adalah kehidupan.
Di sisimu aku merasakan keindahan.
Aku akan menunggu sampai tiba waktunya. Bersamamu atau mati karena keadaaan hari ini.
Ingin aku menata ruangku dengan dimensi cinta yang berbeda pada-Nya.
Ku sambut hari demi hari dengan keindahanmu. Merajut hari tanpa batas.
Saat bersamamu aku merasakan kebahagian. Betapa bahagia aku di dekatmu. Baru pertama kali aku merasakan cinta yang begitu dalam.
Sering aku keluar dari cinta itu. Menjauh dan pergi. Namun aku tak mampu.
Keadaan tanpa ada jawab. Keadaan dengan rasa takutmu. Hanya akan membuatku terus kesakitan.
Tapi aku tidak ingin mendapatkanmu. Aku sudah berjanji akan mengikhlaskanmu. Namun rasa ini kian menyiksaku.
Dahulu aku sangat membenci rasa cinta terhadap kaummu. Bagiku itu bukanlah hidup. Sampai tiba aku mengerti bahwa cinta tidak bisa dikendalikan.
Di dekatmu adalah kebahagiaan.
Di sampingmu adalah kehidupan.
Di sisimu aku merasakan keindahan.
Aku akan menunggu sampai tiba waktunya. Bersamamu atau mati karena keadaaan hari ini.
Labels:
Merah
Minggu, 23 Agustus 2009
Takkan Bisa Tanpamu
Setiap kali Air menjauhi Api. Saat-saat tersebut serasa alam terkikis tak menentu. Serasa hilang, tanpa sadar, dalam bayang jauh.
Kusadar setiap keberadaanmu sangat berarti. Meski aku tak sanggup lagi menjadi tinta dalam buku putihmu. Jauh kuberharap banyak, dengan kisah manis pahitmu dalam menghiasi dinding rasaku. Namun kusadar hatimu dan kasihmu bukan untukku, tapi mata indahmu tak bisa membohongiku jika engkau juga menyayangiku.
Ingin aku berkomitmen. Aku sengaja menjatuhkan diriku pada detak jantungmu. Kini hari-hariku hanya ada satu perempuan, yaitu perempuan yang selalu menolak setiap kali aku ucap sayangku kepadanya.
Kusadar setiap keberadaanmu sangat berarti. Meski aku tak sanggup lagi menjadi tinta dalam buku putihmu. Jauh kuberharap banyak, dengan kisah manis pahitmu dalam menghiasi dinding rasaku. Namun kusadar hatimu dan kasihmu bukan untukku, tapi mata indahmu tak bisa membohongiku jika engkau juga menyayangiku.
Ingin aku berkomitmen. Aku sengaja menjatuhkan diriku pada detak jantungmu. Kini hari-hariku hanya ada satu perempuan, yaitu perempuan yang selalu menolak setiap kali aku ucap sayangku kepadanya.
Labels:
Merah
Langganan:
Postingan (Atom)
